Kuis gastronomi
Dua puluh soal tentang teknik, bahan, dan istilah dapur yang sebenarnya dipakai.
Tes ini juga cocok buat kamu
Tentang tes ini
Memasak salah satu bidang langka di mana istilah menentukan kemampuan. Memblansir, mendeglasir, merebus perlahan, confit, mengentalkan: selama lima kata itu masih kabur, setiap resep terbaca seperti rentetan perintah yang asal. Begitu ia jernih, resep yang sama berubah menjadi rentetan keputusan yang bisa dipahami dan disesuaikan dengan apa pun yang ada di dapur. Jadi kuis ini sama banyak bicara soal gerakan tangan seperti soal hidangannya.
Fakta paling berguna di dapur bukan sebuah resep melainkan sebuah reaksi: reaksi Maillard, yang dijelaskan pada awal abad ke-20 oleh ahli kimia Louis-Camille Maillard. Inilah pertemuan antara gula dan asam amino, mulai sekitar 140 derajat Celsius, yang menghasilkan kulit roti, warna daging yang disemur cepat, rasa kopi sangrai, dan rasa bir hitam. Ia juga menjelaskan kenapa wajan yang terlalu penuh tidak mencokelatkan apa pun: air yang keluar dari bahan menahan suhu di bawah ambangnya, dan hasilnya jadi tertanak dalam uap, bukan terpanggang.
Catatan terakhir soal asal hidangan: hampir tidak ada masakan yang setua yang orang kira. Tomat baru tiba di Eropa pada abad ke-16, cabai juga, dan cabai baru masuk Nusantara lewat pedagang Portugis pada masa yang sama. Sebagian besar masakan yang disebut tradisional sebetulnya ditata ulang pada abad ke-19. Mengetahui asal sebuah hidangan sering berarti menemukan bahwa ia datang dari tempat lain.
Cara kerjanya
Dua puluh soal dengan empat pilihan, dari bahan dasar sampai kimia pemasakan, dengan satu jawaban benar setiap kali. Skornya adalah persentase jawaban benar dan pembahasannya muncul utuh di akhir.
Tes ini disajikan semata-mata sebagai hiburan. Tes ini bukan diagnosis maupun pendapat profesional.