Kamu musim apa?
Enam belas soal tentang irama aslimu, bukan tentang musim favoritmu untuk berlibur.
Tes ini juga cocok buat kamu
Tentang tes ini
Tes musim selalu gagal dengan cara yang sama: ia menanyakan cuaca apa yang kamu sukai, lalu menyerahkan cuaca favoritmu kembali sebagai kepribadian. Yang ini tidak bicara soal suhu maupun liburan. Ia mengukur iramamu: seberapa cepat kamu memulai, bagaimana kamu menuntaskan, apa yang kamu lakukan pada kekecewaan, dan dari tanda apa orang dekatmu tahu kamu sedang baik-baik saja.
Di Nusantara memang hanya ada musim hujan dan kemarau, jadi empat musim di sini dipakai sepenuhnya sebagai kiasan irama. Dengan hanya empat jenis, tidak ada tempat bersembunyi di balik nuansa: setiap musim harus menggigit. Musim gugur karena itu bukan musim sedih, ia musim yang memangkas apa yang tidak lagi bisa ia beri makan. Musim dingin tidak dingin, ia menyekat. Musim semi tidak lembut, ia tidak stabil. Musim panas tidak ringan, ia melelahkan untuk dipertahankan.
Jawablah dengan tiga bulan terakhir di kepala. Satu musim juga bisa menyembunyikan musim lain: kalau dua hasilnya berdekatan, yang kedua biasanya tempat kamu menggelinding ketika sedang lelah.
Cara kerjanya
Setiap jawaban terikat pada satu musim. Semuanya dijumlahkan, dan yang paling banyak memenangi hasilnya; persentasenya menampilkan campuranmu yang persis. Keempat musim muncul enam belas kali masing-masing di kuesioner ini, jadi tidak ada yang diuntungkan sejak awal.
Tes ini disajikan semata-mata sebagai hiburan. Tes ini bukan diagnosis maupun pendapat profesional.